Obat Anti Rayap dari Limbah Kulit Udang

Banyak penelitian Obat Anti Rayap dari berbagai limbah ditemukan. Penemuan Obat Anti Rayap kali ini berasal dari limbah kulit udang. Peneliti Obat Anti Rayap ini dilakukan oleh seorang mahasiswa Undip. Kami sajikan sebagian tulisannya sebagai berikut :

Rayap merupakan serangga akrab dengan kehidupan manusia. Namun, rayap selalu diidentikan sebagai hama perusak bangunan, perumahan, buku, tanaman, dan sebagainya. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangan rayap perusak adalah chitosan.

Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh mortalitas rayap dan kehilangan berat umpan (Kayu) terhadap: pH; konsentrasi asam asetat; konsentrasi chitosan, mengetahui kondisi operasi optimum, dan mengetahui gejala serangan chitosan terhadap rayap Macrotermes gilvus Hagen. Metode pelaksanaan percobaannya melalui tiga tahap proses yaitu tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi.

Pada penelitian ini menggunakan limbah kulit udang yang mengandung chitin yang akan dihilangkan gugus asetilnya agar menjadi chitosan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum pada pH 6, konsentrasi asam asetat 2%, konsentrasi chitosan 5%, dengan derajat deasetilasi (%DD) 80,4%. Proses dilanjutkan dengan pengumpanan pada kayu yang diserang oleh rayap lalu dilakukan pengamatan setiap satu minggu selama dua bulan. kemudian dilakukan analisa secara kuantitatif. Analisa kuantitatif yang dilakukan adalah pengamatan berat kayu sebelum dan sesudah pengumpanan serta mortalitas rayap setelah diberi perlakuan oleh biotermitisida.

Berat kayu sebelum pengumpanan adalah 200 gram dan setelah pengumpanan berat kayu hanya berkurang 18,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa biotermitisida dari chitosan efektif digunakan sebagai anti rayap, dan menggantikan termitisida konvensional.

Nah.. selanjutnya silahkan baca selengkapnya di sumber : www.eprints.undip.ac.id

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI


Comments

Obat Anti Rayap dari Limbah Kulit Udang — 1 Komentar

  1. Semakin banyak gugus asetil yang hilang dari polimer chitin, semakin kuat interaksi ikatan hidrogen dan ion dari chitosan. Sedangkan chitin merupakan bahan yang dapat diperoleh dari proses pengolahan limbah industri perikanan, seperti kulit udang, kulit dan kepala kepiting, dan lain lain.

Tinggalkan Balasan ke Hosting Batalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *


4 − = zero

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>